Arwana Leptes

Produk keramik Arwana adalah Single Brand Keramik Terbesar di Indonesia dengan fokus segmen menengah ke bawah dan telah menjangkau pelanggan di seluruh Indonesia melalui jaringan pemasaran di 40 kota besar dan lebih dari 15.000 toko bahan bangunan maupun toko keramik. Perubahan lanskap bisnis tidak hanya ditentukan oleh dinamika persaingan, potensi, tren, serta kecenderungan komitmen tetapi juga kondisi alam. Pemanasan global yang kini menjadi isu penting dunia mendorong banyak kalangan berupaya melakukan mitigasi kerusakan lingkungan. Dibidang properti misalnya kita bisa melihat upaya tersebut dengan konsep green building yang perencanaan pembangunan hingga pengoperasiannya dilakukan sedemikian rupa agar lebih ramah lingkungan.

Pasalnya sebagian beban energi yang dipakai berasal dari pembaharuan baku bahan polutif yang menyebabkan gas rumah kaca dan dapat mempercepat pemanasan global. Disamping itu cadangan batu bara, minyak dan gas yang menjadi sumber daya utama dalam konsumsi energi harian lama kelamaan pasti menipis dan habis. Prilaku ceroboh dan tak peduli dalam mengkonsumsi energi ini akan berdampak besar bagi kelangsungan hidup manusia pada masa mendatang. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk peduli tanpa mengurangi kenyamanan. Kata ’Efisiensi’ tentu sangat
familiar dikalangan kita, mudah untuk diucapkan namun sulit
dilaksanakan.

Efisiensi adalah penggunaan sumber daya yang minimal guna mempercepat hasil yang optimal. Sumber daya bisa berupa waktu, modal, bahan baku, energi dan sebagainya. Efisiensi tidak bisa dilepaskan dari perencanaan yang matang dan komitmen yang kuat. Perencanaan adalah langkah awalnya. Arwana keramik memiliki komitmen tinggi terhadap lingkungan, diawali dari arahan pimpinan arwana (TOP Management) yang menghasilkan ”Strategi Pertumbuhan Arwana” yaitu lingkungan menjadi prioritas utama dalam 5 pilar strateginya.
Lingkungan
Energi
Produk
Teknologi
SDM
Yang terkenal dengan sebutan LEPTES


Penghargaan untuk lingkungan sudah banyak didapat oleh
arwana diantaranya:
1. Proper (biru) tahun 2010, 2011
2. Proper (hijau) tahun 2012
3. Industri Green tahun 2012
4. ISO 14001:2004 tahun 2011

Namun, karena ini tidak berhenti sampai disini untuk itu banyak upaya dan usaha yang telah dilakukan seperti memilah sampah organik dan anorganik, menjadikan lingkungan hijau dengan menanam pohon dilingkungan pabrik dan pengurangan energi gas minimal dengan tekhnologi yaitu program Heat Recovery. Dalam lingkungan pabrik arwana terlihat hijau, asri dan banyak flora fauna yang ada. Dimana bagian pabrik mulai dari bangunan dibuat open terhadap sirkulasi udara in-out dibuat sangat nyaman bagi karyawan dalam bekerja. Dalam proses produksi selalu mengedepankan untuk lingkungan dalam proses produksinya terutama limbah dari proses produksi. Arti kata hijau diluar pabrik, ramah lingkungan dalam dalam proses produksi dan efisiensi dalam penggunaan sumber daya alam.

Dalam hal ini dapat dari proses management limbah arwana. Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water). Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah. Beberapa faktor yang memengaruhi kualitas limbah adalah volume limbah, kandungan bahan pencemar, dan frekuensi pembuangan limbah. Untuk mengatasi limbah ini diperlukan pengolahan dan penanganan limbah. Pada dasarnya pengolahan limbah ini dapat dibedakan menjadi:
1. Pengolahan menurut tingkatan perlakuan
2. Pengolahan menurut karakteristik limbah


Kita patut bangga dan bersyukur dengan perolehan penghargaan dari pemerintah dan lembaga sertifikasi untuk pengelolaan lingkungan termasuk pengelolaan limbah yang dikelola untuk proses Reduse, Re-use, Re cycle adapun penghargaan tersebut adalah:
1. Proper Hijau
2. Industri Green
3. ISO 14001:2004

Ini semua berkat komitmen dari Top Management dan seluruh karyawan arwana.
Dapat dilihat pada gambar pola pengolahan limbah sebagai berikut:

1. Air Sisa Produksi
Digunakan kembali untuk proses milling diball mill body sehingga air tersebut tidak keluar dari lingkungan pabrik dan pemakaian air tanah (air alam) dapat dikontrol dan diminimalisasi.

2. Limbah Padat Dari Slip Body
Dipakai kembali (reuse) untuk proses milling dimana galian got area body prep dan sepanjang got sekitar pabrik digali dan diolah kembali sehingga tak ada yang terbuang atau keluar area pabrik.

3. Limbah Padat Dari Afal Glazur Glaze Prep dan G. Line
Pada proses ini limbah untuk proses pencucian ball mill glaze, pencucian vela di Glazing Line untuk engobe glazur dipakai kembali dimana terlebih dahulu digali dan dikumpulkan, kemudian selanjutnya diolah menjadi bahan glazur untuk motive keramik tertentu. Data limbah glaze ini menimbulkan kontribusi yang sangat berarti yaitu bila diolah ke motif tertentu akan menghemat biaya glazur.

4. Limbah Padat Finish Good (pecahan tile, pecahan biscuit setelah pembakaran)
Selama ini limbah dibuang keluar pabrik, masalah ini sudah sejak pabrik berproduksi, akan tetapi sejalan dengan adanya program Green Industry, Green Proper, dan ISO 14001:2004 maka limbah padat keramik ini diolah kembali dengan cara crusher. Dihancurkan dengan menggunakan mesin menjadi ukuran kecil-kecil dan dipakai kembali diformula body dan ini akan memperbaiki Kontribusi untuk penghematan biaya dan lingkungan seluruh pabrik, tidak ada lagi limbah keramik yang dibuang ke luar area pabrik.

5. Limbah Emisi Gas Buang
Semakin hari gas lingkungan untuk proses produksi semakin naik harganya, tak heran banyak kalangan industri keramik bertanya-tanya mengapa keramik arwana harganya dapat terjangkau oleh konsumen?? Jawabannya hanyalah satu, yaitu management berkomitment untuk memanfaatkan kembali emisi lingkungan dengan program Heat Recovery, dengan program ini dapat dihemat / diefisiensikan gas yang terbuang percuma selama ini akan disalurkan kembali ke horizontal dryer sampai ke spray dryer.

Apa yang dikutip diatas sangatlah sederhana sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh CEO Arwana bahwa sederhana itu yang terbaik. Mari kita tingkatkan kembali upaya menciptakan lingkungan kerja dari pada Reduce, Reuse, Recycle untuk setiap proses produksi.

Berita Terkait