GREENSHIP: Rating Tools (Perangkat Penilaian) Sertifikat Bangunan Hijau Indonesia

Gerakan Bangunan Hijau

Bangunan Hijau atau Green Building saat ini sudah mulai terasa awam di telinga masyarakat, terlebih di daerah Jakarta dimana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengeluarkan regulasi terkait dengan Bangunan Gedung Hijau, yaitu Peraturan Gubernur no.38 tahun 2012. Peraturan ini diluncurkan pada bulan April 2012 dan akan mulai diberlakukan pada bulan April 2013.
Para pelaku bangunan mulai menyadari, bahwa saat ini permintaan akan bangunan hijau mengalami peningkatan. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan serta kesehatan menjadi salah satu penyebab peningkatan permintaan ini. Hal ini tentunya sesuai dengan harapan serta visi dan misi dari Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia). Tugas selanjutnya adalah menggaungkan gerakan ini sehingga manfaat yang diterima masyarakat serta dampak positif pada lingkungan akan semakin besar.

Kegiatan Gbc Indonesia

Sebagai lembaga transformasi, tentunya GBC Indonesia telah melakukan berbagai macam progam dalam usahanya melakukan diseminasi gerakan kepada masyarakat luas. Sejak resmi didirikan pada tahun 2009, GBC Indonesia memiliki program-program rutin dan juga program-program kerjasama dengan berbagai pihak. Secara garis besar ada 3 kegiatan utama yang dilakukan oleh GBC Indonesia, yaitu edukasi, diseminasi, serta sertifikasi.
GBC Indonesia bekerjasama dengan universitas dan institusi-insitusi pendidikan melakukan program acara seperti seminar dan diskusi dengan mahasiswa, serta penyelenggaraan training bersama. GBC Indonesia juga terbuka apabila ada mahasiswa-mahasiswa yang hendak melakukan penelitian terkait dengan tugas akhir dengan tema Green Building.     

Selain program kerjasama, GBC Indonesia juga melakukan trainingGreenship Associate (GA) dan Greenship Profesional (GP). Dalam Greenship Associate (GA), peserta diharapkan dapat menjadi Agen Perubahan (Agent of Change) dan mendapatkan ilmu-ilmu dan informasi dasar mengenai bangunan hijau. Peserta terbuka bagi kalangan umum dan sampai dengan saat ini lulusan GA terdiri dari berbagai jurusan. Ada yang berprofesi sebagai staf komunikasi, ekonomi, desain hingga sastra. Hal ini memang dilakukan sebab gerakan Bangunan Hijau merupakan gerakan multi golongan dan tidak terbatas pada suatu profesi atau keahlian tertentu saja. Sedangkan untuk Greenship Profesional (GP), ilmu yang diinformasikan lebih mendetil, dikarenakan kelas ini memang ditujukan bagi professional yang ingin berpraktek sebagai konsultan green building atau terlibat dalam proses sertifikasi Greenship. Diseminasi green building juga dilakukan kepada masyarakat umum, melalui kerjasama dengan komunitas, asosiasi profesi maupun pengadaan acara-acara yang bersifat umum. Seperti dengan pengadaan Green Building Week yang diadakan setiap minggu ke-3 di bulan September. Acara ini merupakan acara yang ditujukan kepada masyarakat umum dengan konsep memperkenalkan kepada masyarakat mengenai gerakan bangunan hijau dan berkelanjutan. GBC Indonesia juga melakukan kerjasama dengan asosiasi profesi dan organisasi seperti dengan HAMKI, Inkindo DKI, WWF Indonesia, Seknas Habitat, dan sebagainya.

Greenship Perangkat Penilaian Bangunan Hijau Indonesia

Kegiatan ketiga yang dilakukan oleh GBC Indonesia adalah penyelenggaraan program sertifikasi Bangunan hijau bagi bangunan gedung yang ada di Indonesia sesuai dengan tingkat/standar sertifikasi yang baku yang disusun oleh Perkumpulan GBC Indonesia. Pada bulan Agustus tahun 2009, Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) secara resmi didirikan. Misi dari GBC Indonesia adalah untuk melakukan bertujuan memprakarsai pengembangan pengetahuan, teknologi dan penyelenggaraan bangunan bagi para perencana, pelaksana, pengembang, pemilik dan pengguna bangunan gedung, lingkungan dan perkotaan untuk mengoptimalkan kinerja ekonomi dan lingkungan sesuai kaidah Green Building/Bangunan Hijau. Salah satu cara perwujudan tujuan ini adalah melalui pembuatan suatu perangkat tolak ukur untuk Bangunan Hijau.  Greenship. Greenship merupakan perangkat tolak ukur yang dibuat dengan memperhatikan karakter dan kondisi alam Indonesia. Sehingga untuk menilai tingkat hijau suatu bangunan di suatu negara, akan lebih tepat jika menggunakan perangkat penilaian yang dibuat oleh negara tersebut dikarenakan kondisi alam dan karakter suatu negara tentunya unik dan berbeda antara satu negara dengan negara lainnya.
Sertifikat ’Bangunan Hijau’ tidak hanya menjadi pengakuan atas kinerja fisik bangunan, namun diyakini dapat memotivasi semua orang yang ada di dalamnya untuk berkebiasaan ’green’ sebagaimana diminta oleh persyaratan sertifikasi bangunan menjadi bangunan hijau. Karena tidak ada satupun manusia di kota tidak hidup dalam / tidak bersinggungan dengan bangunan, maka dalam setiap penambahan tingkat partisipasi green dalam bangunan semakin meluaslah kaidah green diterapkan, semakin besar pula sumbangannya pada umur kota.
Faktor daya ungkit (leverage) inilah yang menjadikan gerakan bangunan hijau bagian tak terpisahkan dalam blueprint pembangunan kota berkelanjutan.     
Di Indonesia proses menjadi bangunan hijau dipandu oleh suatu perangkat penilaian (rating tools) yang disebut Greenship yang disusun dan dilaksanakan oleh Konsil Bangunan Hijau indonesia / Green Building Council Indonesia. Greenship untuk Bangunan Baru versi 1.0. terdiri dari 6 kategori, 42 kriteria dan 101 poin. Setiap bangunan yang disertifikasi harus memenuhi ‘syarat kelulusan awal’ / prerequisite pada keenam kategori. Selanjutnya peringkatnya akan ditentukan berdasarkan perolehan poin. Sebagai contoh, untuk memperoleh Greenship Platinum, suatu bangunan harus mencapai 74 poin, Greenship Gold 58 poin, Greenship Silver 48 poin dan Greenship Bronze 35 poin. Saat ini di Indonesia telah ada 3 bangunan bersertifikat Greenship, yaitu Gedung Menara BCA – di Grand Indonesia (Greenship PLATINUM untuk Bangunan Terbangun), Gedung DAHANA di Subang (Greenship PLATINUM untuk kategori Bangunan Baru) serta Gedung Sampoerna Strategic Square di Sudirman, Jakarta yang meraih Greenship GOLD untuk kategori Bangunan Terbangun. Sedangkan yang telah meraih Design Recognition adalah Gedung Kementerian Pekerjaan Umum, Gedung Institut Teknologi dan Sains Bandung, Kantor Bank Indonesia di Solo, serta Rasuna Tower di Jakarta.

Jenis perangkat penilaian yang telah dikeluarkan oleh GBCI antara lain:
 
* Greenship NB (New Building) - untuk Bangunan Baru. Saat ini sudah tersedia versi. 1.1. dan akan diluncurkan pada bulan April 2013 versi 1.2.
* Greenship EB (Existing Blg ) – untuk gedung yang telah berdiri.
* Greenship IS (Interior Space) - untuk ‘Commercial Interior’ dimana penyewa bangunan yang minta sertifikasi dilakukan hanya untuk ruang yang disewanya.
* Greenship Home – untuk rumah tunggal /kelompok kecil.
* Greenship  Neighbourhood – untuk kawasan perumahan.

Untuk saat ini, Greenship Home dan Greenship Neighborhood masih dalam tahapan proses, sedangkan untuk Greenship NB, Greenship EB dan Greenship IS sudah diluncurkan.
 

Berita Terkait