Tata Laksana Bangunan Hemat Energi

Tata Laksana Bangunan Ramah Lingkungan pada Bangunan Komersial

 

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM No. 0031/2005 tentang Tata Laksana Penghematan Energi pada Bangunan. Salah satu pointnya adalah penghematan energi pada bangunan komersial dilakukan dengan mengatur suhu ruangan berpendingin ruangan (AC) pada minimal 25 derajat celcius.

Teknologi AC Hemat Energy menggunakan sensor dalam ruangan yang dapat mendeteksi atau  menghitung jumlah orang di dalam suatu ruangan. Hasil sensor ditranmisikan ke alat kontrol pintar dengan ‘’fuzzy logic’’ dan software pintar yang akan mengirimkan informasi tersebut ke perangkat inverter listrik. Lalu teknologi inverter yang menvariasikan frekuensi listrik, voltase, kekuatan dan arus listrik pada tingkat optimum. Sistem ini disebut pintar karena sistem ini menghitung jumlah orang dalam ruangan dan mengalkulasi kebutuhan listrik dengan efisien.

Dalam pengoperasian bangunan hijau, sangat diperlukan suatu standar manajemen yang terencana dan baku untuk mengarahkan tindakan dari pelaku operasional bangunan dalam melakukan pengelolaan gedung agar dapat menunjukkan hasil yang ramah lingkungan (green performance)

Konsumsi energi paling besar dialokasikan pada operasional pengondisian suhu ruangan dalam gedung berupa pendingin ruangan (air conditioning/AC) dan pemanas ruangan (heater) , transportasi vertikal (elevator/lift), tangga berjalan (escalator) dan penerangan. Pengoperasian sistem tersebut dengan menggunakan teknologi dan cara yang tidak efisien dan memiliki dampak yang besar pada perubahan iklim serta pemanasan global karena adanya efek rumah kaca.

Untuk memerangi perubahan iklim, perlu adanya praktik-praktik baru, sejak tahap desain hingga pengoperasian gedung, sehingga efisiensi konsumsi energi dapat meningkat dan jejak karbon, potensi pemanasan global, serta potensi penipisan lapisan ozon berkurang.

Berita Terkait