SISTEM RATING GREENSHIP

Sistem Rating Bangunan Hijau untuk Indonesia yaitu GREENSHIP, sebuah perangkat penilaian yang dipersiapkan dan disusun oleh Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) untuk menentukan apakah suatu bangunan dapat dinyatakan layak bersertifikat "bangunan hijau" atau belum. GREENSHIP bersifat khas Indonesia seperti halnya perangkat penilaian di setiap negara yang selalu mengakomodasi kepentingan lokal setempat. Program sertifikasi GREENSHIP diselenggarakan oleh departemen Rating Development GBC Indonesia secara kredibel, akuntabel dan penuh integritas.

Sistem rating GREENSHIP adalah suatu alat berisi butir-butir dari aspek penilaian yang disebut rating dan setiap butir rating mempunyai nilai (credit point/poin nilai). Apabila suatu bangunan berhasil melaksanakan butir rating, maka bangunan itu akan mendapatkan poin nilai dari butir tersebut. Bila jumlah semua poin nilai yang berhasil dikumpulkan mencapai suatu jumlah yang ditentukan, maka bangunan tersebut dapat disertifikasi untuk tingkat sertifikasi tententu. Namun sebelum mencapai tahap penilaian rating terlebih dahulu dilakukan pengkajian bangunan untuk pemenuhan persyaratan awal penilaian (eligibilitas).

Saat ini GREENSHIP berada dalam tahap penyusunan GREENSHIP untuk Bangunan Baru (New Building), Bangunan Terbangun (Eksisting Building), Ruang Interior (Interior Space), dan sistem rating GREENSHIP akan terus berkembang  untuk kategori-kategori bangunan lainnya.

Sistem Rating Bangunan Hijau GREENSHIP mempunyai beberapa tipe; sesuai dengan jenis gedung, antara lain :

New Building (Gedung Baru)

GREENSHIP for New Building (gedung baru) komersial adalah suatu bangunan yang didirikan di atas suatu lahan kosong atau bangunan lama yang dibongkar dengan peruntukan sebagai fungsi perkantoran, pertokoan, rumah sakit, hotel, dan apartemen. Pertimbangan yang dilakukan dalam memilih tipe New Building ini sebagai perangkat penilaian yang pertama kali disusun adalah karena dinilai lebih mudah dibandingkan dengan tipe lain seperti gedung terbangun (existing building) dan lain-lain.

Existing Building (Gedung Terbangun)

GREENSHIP for Existing building (gedung terbangun) adalah sistem rating untuk sertifikasi bangunan gedung yang telah lama beroperasi minimal satu tahun setelah gedung selesai dibangun dengan peruntukan gedung sebagai perkantoran, pertokoan, apartemen, hotel, atau rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta. Kompleksnya variabel yang harus dipertimbangkan dalam implementasi green building pada gedung terbangun banyak terkait dengan manajemen operasional dan pemeliharaan gedung. Sebanyak kurang lebih 98% bangunan di Indonesia adalah gedung terbangun, maka hal ini menjadi tantangan GBC INDONESIA untuk mengajak semua pihak menerapkan praktik green building pada tahap awal pembelajaran ini terhadap seluruh pihak industri bangunan.

Interior Space (Ruang Interior)

Sasaran yang dituju oleh GREENSHIP Ruang Interior adalah pihak pengguna yang pada umumnya merupakan suatu badan usaha berbentuk manajemen perusahaan penyewa dan menggunakan sebagian atau keseluruhan ruangan didalam gedung dengan diikuti oleh proses kegiatan fit out yang berfungsi untuk mengakomodasi aktivitas perusahaannya. Lingkup penilaian dari GREENSHIP Ruang Interior ini juga tidak hanya sebatas aktivitas fit out semata, tetapi juga meliputi kebijakan pihak manajemen dalam melakukan pemilihan lokasi atau pemilihan gedung serta pengelolaan yang dilakukan oleh pihak manajemen setelah aktivitas di dalamnya mulai beroperasi.

Tingkatan Peringkat Bangunan Hijau

Untuk menciptakan sebuah green building, harus dilalui serangkaian proses. Bagi sebuah bangunan baru, tentunya terlebih dahulu ditetapkan bahwa bangunan yang akan dirancang dan dibangun akan menjadi suatu green building. Pemilik atau pihak manajemen sudah harus menetapkan peringkat mana yang ingin dicapai. Dari awal tentu pemilik sudah dapat memproyeksikan apakah usaha yang dilakukan setara dengan pengembalian investasi yang akan diperoleh atau tidak. Ada empat tingkat peringkat GREENSHIP, yaitu Platinum, Emas, Perak dan Perunggu Peringkat yang diberikan, mencerminkan usaha pemilik gedung dan timnya. Semakin tinggi peringkat yang diinginkan, semakin relatif besar pula usaha, biaya dan teknologi melalui pengumpulan nilai yang harus dicapai. 

Berita Terkait