Baja Dalam Bangunan Dengan Prinsip Berkelanjutan. (BLUESCOPE)

PT NS BlueScope Indonesia telah berkomitmen untuk selalu meningkatkan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan meningkatkan produk dan jasanya demi prinsip berkelanjutan. Prinsip berkelanjutan pada suatu produk dilihat bukan hanya dalam proses pembuatan produk, namun juga dari cara penggunaan dan cara pembuangannya. Prinsip berkelanjutan juga lebih sekedar dari isu lingkungan, melainkan juga merupakan kepentingan dari individu, komunitas, dan ekonomi.

Mengapa kami mengatakan baja merupakan produk berkelanjutan dan merupakan produk ’hijau’? Produk baja dapat 100% didaur ulang untuk digunakan kembali sebagai bahan baku pada proses pembuatan baja berikutnya. PT NS BlueScope Indonesia menggunakan strategi ‘dematerialisation demi meningkatkan efisiensi produk dan mencapai komitmen untuk terus meningkatkan kepeduliannya terhadap lingkungan dan produk yang berkelanjutan.Dematerialisation’ yang dimaksud adalah, fungsi yang sama pada sebuah produk dapat dilakukan dengan menggunakan lebih sedikit bahan. Sebagai contoh, dalam pengembangan baja berkekuatan tinggi COLORBOND® steel, BlueScope berhasil mencapai 24% ’dematerialisation’ tanpa mengorbankan fungsionalitas. Bahan atap residensial yang pernah diproduksi pada 0,55 mm kini dapat diproduksi 0,13 mm lebih tipis (0,42 mm) tanpa kehilangan kekuatannya.

Baja: Massa Termal Rendah

Di daerah perkotaan di Indonesia sering mempunyai suhu lebih tinggi 1 - 6ºC dibandingkan daerah sekitarnya. Fenomena ini yang disebut dengan Pulau Panas Perkotaan (Urban Heat Island/UHI). Kondisi ini disebabkan oleh wilayah perkotaan yang sebagian besar merupakan lahan terbangun dan terdiri dari bangunan perumahan, perkantoran, dan jalan raya, dan material-material kedap air , secara umum akan mengakibatkan penyerapan panas dan konduktivitas panas yang tinggi. Ditambah lagi dengan penggunaan pendingin udara, dan pembangkit listrik yang menghasilkan buangan panas. Peningkatan UHI juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan perubahan iklim global, mengurangi kesehatan dan kenyamanan manusia, peningkatan konsumsi energi, dan gangguan kualitas air.

Yang dapat dilakukan untuk mengurangi intensitas UHI dari sektor konstruksi adalah dengan menggunakan atap cool roof, menggunakan material dengan massa termal rendah, menggunakan dinding, atap dan lantai berisolasi, dan menggunakan material yang memiliki teknologi Thermatec®.  Baja merupakan material dengan massa thermal rendah: ini berarti bahwa baja tidak menyimpan energi efektif dan untuk mengubah suhunya diperlukan energi yang sangat sedikit. Karena sifat ini, rangka baja dan dinding merupakan material yang ideal untuk digunakan pada konstruksi. Bahan atap milik BlueScope seperti Clean COLORBOND® steel  memiliki teknologi Thermatec®, yaitu teknologi reflektasi surya yang berarti berkurangnya energi panas diserap oleh atap, sehingga mengurangi jumlah pemakaian energi oleh pendingin ruangan yang akan menghasilkan buangan panas. Thermatec® juga memiliki daya pancar panas tinggi yang berarti bahwa setiap energi yang diserap ke atap tersebut kembali terpancar dari bangunan secara cepat sehingga dapat mengurangi penggunaan alat pendingin udara di malam hari.

Baja: 100% dapat di Daur Ulang

Meski produk baja memiliki ketahanan yang cukup lama  namun setiap bangunan tetap memiliki usia pakai dan pada akhirnya harus diremajakan atau dibongkar. Menggunakan kembali dan mendaur ulang komponen bangunan merupakan faktor utama dalam prinisip berkelanjutan. Baja, secara teori dapat didaur ulang seluruhnya Jika bertahan hingga akhir setiap penggunaan, siklus hidup baja berpotensi tidak akan berakhir. Daur ulang mencegah pemborosan bahan yang masih bermanfaat; mengurangi konsumsi bahan baku asli, dan efisiensi energi - sehingga membantu mengurangi emisi gas rumah kaca (GHG) dan polusi pada proses produksinya. Oleh karena itu, memastikan bahwa setiap komponen baja yang tidak digunakan kembali untuk di daur ulang merupakan kontribusi berarti bagi keberlanjutan sumber daya. Baja juga merupakan bahan yang mudah dipilah diantara tumpukan limbah karena sifatnya yang mengandung magnet. Dilihat dari sifat-sifat tersebut serta berdasarkan volume pemanfaatan kembali, baja merupakan bahan yang paling mudah di daur ulang di seluruh dunia. Secara global, lebih dari 80% limbah baja di gunakan ulang secara utuh atau di daur ulang sebagai bahan baku produksi baja baru.

Profil Baja: Estetika dan Berkelanjutan

NS BlueScope Lysaght  Indonesia atau LYSAGHT, adalah salah satu produsen profil dan sistem baja ringan untuk aplikasi-aplikasi sebagai berikut:

        -  Penutup atap (roofing) seperti LYSAGHT SPANDEK® atau LYSAGHT KLIP-LOK®

-  Penutup atap (roofing) seperti LYSAGHT SPANDEK® atau LYSAGHT KLIP-LOK®

-  Rangka atap (roof-truss) dengan merk SMARTRUSS®, MAXITOP®, atau SUPERTRUSS®

-  Rangka dinding SMARTFRAME®

-  Penutup dinding (walling),

-  Struktur baja ringan (purlin) RANBUILD®

-  Struktur pelat lantai komposit (decking) SMARTDEK®

Profil dan sistem tersebut dihasilkan melalui riset dan pengembangan bertahun-tahun di pusat riset BlueScope Australia untuk mendapatkan produk yang memenuhi kebutuhan konstruksi bangunan serta memiliki nilai estetika tinggi.  Aplikasi profil dan sistem yang tepat akan memperindah bentuk bangunan tanpa mengurangi fungsi dan kekuatan serta meningkatkan efisiensi selama konstruksi dari segi biaya maupun waktu.  Penggunakan profil yang berbahan dasar Clean COLORBOND® steel dari PT NS BlueScope Indonesia, meningkatkan efisiensi operasional gedung pada pendinginan ruangan dengan kemampuannya mengurangi serapan panas puncak dan pelepasan panas yang cepat untuk kenyamanan thermal bangunan. 

Material Clean COLORBOND® steel, dengan teknologi ‘Clean’ yang sangat baik akan menghilangkan biaya pemeliharaan kebersihan karena kotoroan yang tidak mudah menempel.  Ketahannya terhadap korosi serta formula cat yang bisa mempertahankan warna mengurangi kebutuhan untuk perbaikan, dan mempertahankan  keindahan bangunan untuk waktu yang cukup lama.  Semua kelebihan ini berdampak pada berkurangnya pemakaian energi dan sampah pada untuk sebuah bangunan yang berkelanjutan.

Berita Terkait