Perawatan Pada Bangunan

Material pada bangunan adalah penting bukan hanya memperhatikan kualitasnya tetapi juga bagaimana perawatannya. Karena material dengan kualitas sebagus apapun apabila tidak dirawat maka akan rusak dan menjadi sumber berkembangnya kuman atau menjadi tidak berfungsi baik.


Demikian juga pada peralatan dalam bangunan, contohnya AC, dengan mengabaikan perawatan berarti mengabaikan kesehatan pengguna dan membiarkan pemborosan energi listrik.

 Pentingnya Kualitas dapat dilihat dari berbagai faktor.
  • Penting untuk kesehatan pengguna dalam artian
     tidak mengandung racun.
  • Penting untuk membantu menjaga kinerja
     bangunan dengan mengurangi beban panas
     dalam ruang karena konduksi dan radiasi panas
     matahari.
  • Penting untuk membantu mengurangi emisi
     karbon dengan dibuat seringan mungkin dan
     seringkas mungkin pengepakan transportasinya.
  • Penting untuk mengurangi sampah dengan
     mempunyai umur pakai dan umur fungsi yang
     lama.
  • Penting untuk memakai peralatan yang sesuai
     dengan kebutuhan bangunan.

Tetapi manfaat yang didapatkan tersebut menjadi kurang berarti apabila tidak dilakukan Perawatan yang benar karena material dan peralatan dapat berubah menjadi sumber kerugian bagi pengguna dan lingkungan.

• Rusak - Life time menjadi pendek, harus diganti
  dan yang lama dibuang. Menjadi sampah dan
  menambah emisi karbon karena transportasi
  sampah. Misalnya kaca yang menjadi buram
  karena tidak pernah dirawat, atau pipa dan
  keramik yang rusak karena memakai cairan
  pembersih yang salah.


• Menjadi sumber racun dan penyakit karena
  perawatan yang salah atau tidak dirawat.
  Misalnya kloset atau keramik kamar mandi yang
  jarang dibersihkan sehingga memjadi tempat
  berkembangnya kuman, atau pemakaian cairan
  pembersih yang berbahaya apabila dihirup.


• Peralatan yang tidak berfungsi baik bisa menjadi
   penyebab utama pemborosan pemakaian energi
   listrik/air dan untuk AC juga menjadi sumber
   penyakit apabila udara yang disalurkan tidak bersih.

Investasi awal dalam pemilihan material dan peralatan berkualitas memang penting tetapi harus didukung dengan rencana perawatan dan monitoringnya.
Perawatan harus dilakukan secara rutin untuk mencegah kerusakan dan timbulnya masalah lain terhadap material dan peralatan yang bisa berakibat pada manusia sebagai penggunanya.
Siklus Plan-Do-Check-Action harus terus menerus dilakukan.


Perawatan adalah salah satu siklus penting dalam manajemen bangunan.
Seperti kata pepatah: lebih baik mencegah dari pada mengobati (dalam hal ini adalah memperbaiki atau mengganti). Dengan melakukan pengecekan dan perawatan rutin yang benar maka kualitas material dan peralatan pada bangunan akan terjaga dan pencegahan sedini mungkin terhadap kerusakan dapat dilakukan.

Strategi dan penerapan Perawatan pada bangunan (Green Building) bisa dilihat pada kriteria yang terdapat dalam GREENSHIP Rating Tool, yaitu:
- Pemakaian bahan pembersih yang ramah
  lingkungan serta tidak berbahaya dan beracun
  (IS)
        [IS] Menggunakan produk pembersih ramah
        lingkungan untuk pemeliharaan material finishing
       dan furnishing

Kriteria material ramah lingkungan:
   a. Memiliki sistem manajemen lingkungan pada
       proses produksinya;
   b. Tidak berbahaya dan beracun saat digunakan
       sebagaimana mestinya;
   c. Memiliki fitur ramah lingkungan.


- Mencegah Biological Pollutan dengan perawatan
   berkala (IS dan EB)
   [IS] Menunjukkan bahwa seluruh saluran akses suplai udara pada sistem ventilasi dan pengondisian   

  udara sudah dibersihkan dari debu, kotoran, dan jamur sebelum dihuni (setelah konstruksi fit out           selesai).
[EB] Pembersihan filter, coil pendingin dan alat bantu VAC (Ventilation and Air Conditioning) sesuai dengan jadwal perawatan berkala untuk mencegah terbentuknya lumut dan jamur sebagai tempat berkembangnya mikroorganisme. Jadwal perawatan sesuai dengan standar panduan pabrik.


- Operation and Maintenance dengan membuat panduan dan laporan rutin (EB)
[EB] Adanya laporan bulanan untuk kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan sistem gedung secara tertib sesuai dengan format yang tercantum dalam panduan pengoperasian dan pemeliharaan


- Pemeliharaan eksterior dan interior (EB)
[EB] Adanya Rencana operation and maintenance yang mendukung sasaran pencapaian rating-rating GREENSHIP EB, dititik beratkan pada: sistem mekanikal dan elektrikal, sistem plambing dan kualitas air, pemeliharaan eksterior dan interior, purchasing dan pengelolaan sampah. Mencakup: Struktur organisasi, Standar Prosedur Operasi dan pelatihan, program kerja, anggaran, laporan berkala minimum tiap 3 bulan.


- Pemantauan penggunaan listrik dan air sehingga dapat diketahui lebih dini apabila ada kebocoran (EB dan IS)
[EB] Adanya pencatatan rutin bulanan hasil pantau dan koleksi data pada kWh meter.
[EB] Adanya standar prosedur operasi dan pelaksanaannya mengenai pemeliharaan dan pemeriksaan sistem plambing secara berkala untuk mencegah terjadinya kebocoran dan pemborosan air dengan menunjukkan neraca air
[IS] Adanya pencatatan rutin bulanan hasil pantau dan koleksi data pada kWh meter
[IS] Menunjukkan adanya sistem pemeriksaan dan pemeliharaan termasuk pemantauan secara berkala untuk mencegah terjadinya kebocoran dan pemborosan dengan menunjukan konsumsi air.
Mari kita peduli pada kesehatan sekitar kita dan kelestarian lingkungan dengan menerapkan konsep bangunan ramah lingkungan (Green Building) dan bersama kita menuju kepada Healthy Building dengan melakukan perawatan material bangunan dan peralatan dengan baik dan benar.

 

If we don’t do the Maintenance hence we pay the Price of Quality for Nothing. Keep Green and Stay Healthy!

Berita Terkait