PEMILIHAN GREEN MATERIAL DALAM BANGUNAN

Bicara tentang bangunan ramah lingkungan saat ini sudah sangat banyak yang memahami dan mengerti bagaimana menerapkannya . Tetapi jika kita mulai masuk lebih detail tentang green material masih banyak pertanyaan tentang hal tersebut. Green material adalah material yang mengandung aspek ramah lingkungan yang mampu memberikan kontribusi di dalam rangka mencapai bangunan ramah lingkungan.
 
Aspek yang dinilai dalam melihat material yang ramah lingkungan :
 
- Mampu mendukung konservasi energy
- Mampu mendukung konservasi/penghematan air
- Kandungan zat emisi yang lebih minimal
- Memberikan kontribusi dalam menciptakan kuali tas dalam ruang yang sehat
- Memberikan kontribusi terhadap kemampuan menciptakan bangunan ramah lingkungan dan kesehatan 
 
Berbicara green material dalam bidang konstruksi sangat banyak jenisnya. Adapun untuk bidang interior yang dimaksud green material adalah bahan-bahan yang dipakai dalam bangunan yang melapisi lantai, dinding dan atas beserta isi dalam ruangan tersebut. Dalam memilih material yang dianggap ramah lingkungan berarti material tersebut mampu memberikan kontribusi dalam pencapaian terbentuknya green building. 
 
Material yang mampu mendukung konservasi energy
 
Material yang mampu mengurangi kebutuhan energy yang dibutuhkan gedung seperti kaca low e glass, double glassing, triple glassing, material insulasi yang diletakan di dinding maupun atap, penutup dinding yang mampu memantulkan panas maupun stiker kaca yang mampu mereduksi panas. Cat saat ini juga sudah ada yang mampu mereduksi panas.Pemilihan material yang mampu mengurangi penggunaan energy secara tidak langsung akan
meningkatkan kualitas bangunan hijau. 
 
Material yang mendukung konservasi air
 
Adalah material yang mampu memberikan kontribusi penghematan air. Seperti pipa yang berkualitas sehingga tidak mudah bocor, water fixture yang didesain hemat air , shower, keran tekan atau otomatis, closed save water. 
 
Material Lokal
 
Menggunakan material lokal maksudnya adalah mengurangi beban gas emisi akibat transportasi yang jauh. Artinya semakin sedikit gas emisi yang terkandung dalam material akibat jarak transportasi ataupun proses di pabrik maka semakin ramah lingkungan material tersebut. Saat ini yang dapat dikatakan regional material adalah semua material yang diproduksi dekat dengan lokasi proyek. Sepeti pasir, batu kali, bata merah, bata ringan, besi, aluminium, gypsum dan lain-lain. 
 
Material yang berkontribusi terhadap kualitas udara dalam ruang.
 
Artinya material yang membantu meningkatkan kualitas udara dalam ruang atau tidak mencemari udara dalam ruang. Hal tersebut biasanya memilih material yang non toxid, tidak mengandung asbestos, timbal, voc, toluene dan lain-lain. Contoh material yang terkait ini adalah : cat water base, lem, atap non asbes, karpet dengan low voc, antimicrobial dan lain-lain. 
 
Material dengan dampak lingkungan rendah
 
Dalam kategori ini material dianggap memiliki dampak lingkungan rendah jika masuk dalam kategori : 
 
- Material bekas
Penggunaan material bekas berarti mengurangi pemanfaatan sumber daya alam baru.Sehingga ada penghematan sumber daya alam.
 
- Material daur ulang (recycle) Penggunaan material yang mengandung bahan bekas atau recycled material saat ini banyak dijumpai dipasaran seperti karpet, vinyl, besi baja, aluminium dan lain-lain. Semakin tinggi kandungan material bekas dalam suatu material baru berarti kontribusi sebagai material hijau nilainya makin tinggi.
 
- Material dari sumber terbarukan
 
Material yang berasal dari sumber yang relative mudah untuk diperbaharui seperti bamboo, cotton, rottan, material dari tanaman yang masa panennya dibawah 10 th masuk kategori ini. Contoh material ini adalah parquet bamboo, panel, tekstil, furniture, asesories rumah sepeti kursi rotan, kursi enceng gondok, korden kain katun dan lain-lain.
 
- Material yang diproduksi dengan system
 
manajemen lingkungan tersertifikat Berarti material ini diolah dengan cara-cara yang ramah lingkungan, tidak mencemari lingkungan sekitar pengolahan memberikan kesehatan dan keselamatan bagi pekerja dan pengguna dalam proses produksi nya. Sudah banyak material yang diproduksi dengan standard ini seperti, semen, baja, aluminium, gypsum, cat penutup atap, penutup jendela dan lain-lain.
 
- Material modular
 
Yang dimaksud material modular adalah material yang mempermudah pemasangan di lokasi proyek karena sudah dibuat modul dari pabrik sehingga menghemat waktu pasang dan mengurangi limbah. Contoh material ini adalah atap aluminium, dinding panel, cladding dinding aluminium, GRC cetak, precast.
 
- Material Kayu bersertifikat
 
Penggunaan kayu yang diambil dari hutan dengan manajemen ramah lingkungan. Di Indonesia artinya material kayunya mempunyai ijin dari departemen perhutanan berupa eko label. Secara internasioanal kayu harus bersertifikat seperti FSC dan lain-lain.
 
- Material dengan keunggulan /fitur ramah lingkungan
 
Material ini yang paling banyak jenisnya saat ini dan terus berkembang di masa yang akan dating, yaitu material
yang mampu berkontribusi pada aspek ramah lingkungan maupun kesehatan manusia. Teknologi baru akan memunculkan berbagai jenis material baru yang lebih baik dari material lama. Seperti struktur yang ringan dengan nanotechnology, cat antibakteri, kain/fabric anti stain dan lain-lain.
 
Adapun zat yang ditambahkan pada material sehingga mempunyai kekuatan ramah lingkungan ini antara lain :
 
- Nanotechnology
- Microfiber
- Self Cleaning material
- Antimicrobial
- Anti fungus
- Low voc
- Fire retardant
- Moisture resistant
- Antibacterial: silver Ionization
 
Dalam meningkatkan kualitas bangunan ramah lingkungan melalui pemilihan green material kita harus bias selektif memilih diantara material yang sejenis lihat lebih detail dari spesifikasi teknisnya bagaimana material tersebut memiliki nilai lebih terhadap aspek green material. Dengan demikian pemilihan material green yang tepat akan meningkatkan kualitas bangunan dan performa green building suatu bangunan ataupun lingkungan binaan. 
 
 
 

Berita Terkait