Frequently Asked Question


Apakah yang dimaksud dengan Green Listing Indonesia?
Green Listing Indonesia adalah sebuah direktori/sumber informasi dari berbagai produk dan layanan  yang mendukung bangunan hijau.
 
Siapa saja yang patut berpartisipasi?
Manufacturers, Suppliers dan Distributors, Facility and Asset Managers, Developers, Contractors, Utilities, Service Providers dan lainnya yang berhubungan dengan pelaku industri bangunan hijau.
 
Siapa saja yang telah menjadi pengguna direktori?
Green Listing Indonesia menyatukan para Arsitek, Desainer interior, Kontraktor, Developer, dan para pelaku industri bangunan hijau dan penggiat penghijauan.
30% Architects
18% End Users & Facility Managers
17% Construction & Project Engineers
15% Developers
13% Investor
7%   Product Suppliers
 
 
Bagaimana saluran distribusi
Melalui agen majalah, toko buku, kampus/universitas, on-line, toko bangunan
53% JABODETABEK
15% Surabaya, Malang & Bali
15% Bandung & Cirebon
12% Yogyakarta, Semarang & Solo
5%   Lainnya
 
Produk kategori apa saja yang termasuk dalam Green Listing?
  • Material Arsitektur
  • Efisiensi Energi
  • Indoor Enviromental Quality
  • Energi yang terbarukan
  • Material Daur Ulang
  • Site/Enviromental Protection
  • Efisiensi Air
  • Manajemen Pembuangan
  • Interior
  • Service Providers

Bagaimana kriteria dan prosedur untuk menyertakan produk?

  • Produk yang ingin didaftarkan adalah produk yang ramah lingkungan/produk hijau
  • Perusahaan menyatakan bahwa produk tersebut ramah lingkungan (Self Declare Green Product) atau diakui oleh lembaga tertentu (Third Parties Declare)
  • Atau sudah pernah mendapatkan sertifikasi/eco-label dari lembaga independen di Indonesia atau luar negeri.